©
Development dan Marketing Director Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Ratih Loekito (kiri bawah) dan Figur publik Ramon Y Tungka (kanan bawah) berbicara dalam dialog virtual Mangrove untuk Masa Depan, Jakarta, Jumat (28/05/2021). ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak.

Jakarta (ANTARA) - Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) mendorong semua generasi milenial atau anak muda untuk meningkatkan peranannya dan berkontribusi dalam pemulihan dan pelestarian ekosistem mangrove di Indonesia.

"Kalau kita bicara generasi milenial saya rasa perannya penting banget karena mau tidak mau ayo kita lakukan sekarang," kata Development dan Marketing Director Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Ratih Loekito dalam dialog virtual Mangrove untuk Masa Depan, Jakarta, Jumat.

Ratih menuturkan generasi milenial dapat terhubung dengan mudah satu sama lain, dan ketika bergerak bersama maka akan menjadi suatu kekuatan dan kontribusi yang besar untuk pelestarian mangrove sehingga ekosistem mangrove dapat pulih dan lestari.

Saat ini, sebagian dari generasi milenial mulai menaruh perhatian dan peduli terhadap isu-isu lingkungan hidup.

Ratih mengatakan pelestarian hutan mangrove sangat penting karena mangrove memiliki peranan atau fungsi yang penting pula diantaranya menyerap dan menyimpan karbon, mencegah terjadinya abrasi dan intrusi air laut ke daratan, memberikan perlindungan terhadap garis pantai, tempat berkembang biak biota-biota laut, dan tempat persinggahan dari burung-burung migrasi.

Dia menuturkan perlindungan, pemulihan dan pelestarian hutan mangrove memerlukan partisipasi semua pihak. Upaya sekecil apapun yang dilakukan dari tiap anak muda dan masyarakat pada umumnya seperti terjun dalam kegiatan-kegiatan restorasi atau rehabilitasi mangrove, akan memberikan dampak yang besar bagi perubahan yang mendatangkan hal positif bagi pemeliharaan dan pelestarian hutan mangrove.

"Kalau kita bicara lingkungan dampaknya kita rasakan sekarang kemudian kita berbuat sesuatu sekarang maka itu nanti positifnya akan dirasakan beberapa tahun ke depan," ujarnya.

Figur publik Ramon Y Tungka menuturkan pelestarian ekosistem mangrove harus "diviralkan" agar hutan mangrove tidak menjadi seperti "anak tiri".

Dia menuturkan isu lingkungan tentang rehabilitasi dan pelestarian mangrove harus mendapat perhatian penuh.

Selain terjun langsung dalam pemeliharaan dan pelestarian hutan mangrove, Ramon menuturkan masyarakat umum dapat juga memberikan donasi terhadap upaya pemulihan dan pelestarian mangrove yang dilakukan oleh lembaga atau pihak tertentu yang bertanggung jawab.

Dengan bekerja bersama tidak hanya pemerintah, lembaga swadaya masyarakat tapi juga masyarakat umum yang di dalamnya ada generasi milenial, maka kesadaran dan kepedulian terhadap pelestarian mangrove akan semakin mudah menyebar.

Dengan upaya dan keterlibatan semua pihak, diharapkan dapat mempercepat pemulihan mangrove dan juga tetap menjaga kelestarian hutan mangrove demi kelangsungan lingkungan hidup berkelanjutan dan kebaikan bersama.

Sumber : antaranews.com