© Nick Hall

Di Indonesia, lebih dari 31 ribu desa berinteraksi dengan hutan dan hingga 70% masyarakatnya menggantungkan hidupnya dari sumber daya hutan.

 

YKAN mendorong pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan sumber daya alam (SDA) oleh masyarakat karena masyarakat berperanan penting dalam pelestarian SDA dan pada saat yang sama menghadapi tantangan terkait pengelolaan sumber daya berbasis lahan.

 

Berdasarkan pengalaman pendampingan masyarakat, kami mengembangkan SIGAP (akSi Inspiratif warGA untuk Perubahan), sebuah kerangka pemberdayaan masyarakat berbasis aset dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

 


 

Pendekatan SIGAP membantu masyarakat menemukan impian bersama berdasarkan potensi dan kapasitas masyarakat dalam tiga pilar SIGAP:

 


 

Penguatan tata kelola pemerintahan desa dalam mengelola aset-aset desa secara berkelanjutan, termasuk sumber daya alam, kearifan lokal, dan potensi lainnya.

 

Memastikan hak akses dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan oleh masyarakat.

 

Mendorong kegiatan ekonomi masyarakat desa yang berkelanjutan.