© Awaludinnoer

Implementasi konsep Ekonomi Biru bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan melalui pengembangan sumber daya laut Indonesia.

 

Lampiran Peraturan Presiden RI Nomor 3 Tahun 2017 memaparkan rencana aksi percepatan pembangunan industri perikanan nasional, salah satunya melalui percepatan industri rumput laut.  Rumput laut adalah komponen ekosistem laut tepi pantai yang memainkan peranan ekologi serta menjadi salah satu komoditas perikanan yang strategis bagi Indonesia.


 

 


YKAN berupaya agar budi daya rumput laut tumbuh selaras dengan tujuan konservasi laut, mendukung penghidupan masyarakat pesisir di seluruh Indonesia, dan menyediakan layanan ekosistem untuk bioremediasi habitat dan nutrisi – serta mendorong peningkatan keberlanjutan dalam tiga dimensi yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dalam beberapa tahun terakhir, rumput laut juga telah dikembangkan sebagai bahan pembuatan plastik-dapat terurai, bahkan sebagai bahan kemasan yang dapat dikonsumsi.


 

Fungsi Rumput Laut

 

 


Penyaring (purifier) air alam

Mengurangi laju pengasaman laut (ocean acidification)

 

Lebih dari satu juta penduduk pesisir Indonesia terlibat dalam budi daya rumput laut. Hasil budi daya rumput laut ini digunakan antara lain dalam pembuatan produk karagenan dan agar-agar yang dapat dikonsumsi langsung, serta pakan ternak. Karagenan dan agar-agar murni yang diperoleh dari rumput laut merah digunakan terutama sebagai bahan pemberi tekstur atau pengental dalam industri makanan dan kosmetik. Namun, penggunaannya di berbagai bidang lain seperti pakan ternak dan obat-obatan terus meningkat.

 

Praktik budi daya rumput laut berkelanjutan bertujuan agar tidak merusak ekosistem pesisir seperti bakau, lamun, terumbu karang dan mamalia laut, diadopsi secara sosial, dan berkontribusi meningkatkan pendapatan masyarakat dan tata pemerintahan.