© Pixabay
Ilustrasi Suaka Margasatwa. Pengelola Suaka Margasatwa Muara Angke menyatakan perlu dukungan sarana dan prasarana jika obyek tersebut akan menjadi pusat edukasi.
Ilustrasi Suaka Margasatwa. Pengelola Suaka Margasatwa Muara Angke menyatakan perlu dukungan sarana dan prasarana jika obyek tersebut akan menjadi pusat edukasi. (prsoloraya.pikiran-rakyat.com/Pixabay-12019)

Suaka Margasatwa (SM) Muara Angke akan dikembangkan menjadi pusat edukasi.

SM Muara Angke merupakan ekosistem bagi mangrove atau bakau, aneka fauna, dan flora di dalamnya.

Nani Rahayu selaku Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta mengatakan bahwa pengembangan kawasan tersebut harus mendapat didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.

Saat ini pihaknya telah bekerjasama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) melalui Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA).

Mereka telah berencana untuk membangun pusat edukasi sekaligus memperbaiki jembatan di kawasan tersebut yang telah rusak sejak 2017.

Dikutip PikiranRakyat-SoloRaya.com melalui ANTARA News pada 3 Juni 2021, melalui perbaikan jembatan tersebut, diharapkan kawasan SM Muara Angke dapat dibuka kembali dalam waktu yang dekat.

Kawasan SM Muara Angke diapit oleh pemukiman yang padat sehingga mempengaruhi ekosistem tersebut.

Selain itu, penumpukan sampah dari hulu dan sedimentasi juga menyebabkan tingkat kedalaman sungai mengalami pengurangan.

Untuk mengatasi hal tersebut, BKSDA dan YKAN berencana untuk mengupayakan penanggulangan melalui perbaikan hidrologi berupa revitalisasi jalur masuk air dari laut yang telah tertutup oleh sedimen.

Topik Hidayat selaku peneliti mangrove YKAN menegaskan bahwa kawasan suaka tersebut memiliki peran penting bagi ekosistem mangrove yang dipenuhi oleh flora dan fauna yang dilindungi.

Oleh karena itu, upaya pemulihan terhadap kawasan tersebut sangat diperlukan untuk mengembalikan kondisi yang telah terdegradasi.

Sumber: prsoloraya.pikiran-rakyat.com