Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan

© YKAN

 

Indonesia tercatat sebagai negara produsen perikanan terbesar kedua di dunia dan menunjang kehidupan sekitar 12 juta penduduknya. YKAN menyadari pentingnya informasi lengkap mengenai jumlah dan jenis sumber daya ikan yang ditangkap beserta lokasi penangkapannya untuk mengembangkan strategi pengelolaan perikanan yang efektif. Untuk itu, YKAN mengembangkan metode dan teknologi pengumpulan data perikanan yang disebut Crew Operated Data Recording Sytems (CODRS) atau sistem pencatatan data yang dilakukan awak kapal dan menginisiasi Fisheries Improvement Project (FIP) untuk perikanan kakap dengan melibatkan perusahaan, komunitas nelayan, dan para pemangku lainnya.

YKAN juga mengembangkan FishFace, aplikasi pengenalan gambar yang membantu peneliti dan pengambil keputusan untuk mengidentifikasi hasil tangkapan ikan dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence, sehingga meminimalkan terjadinya kesalahan identifikasi. FishFace telah diuji dengan tingkat akurasi 95 persen.

Program Perikanan Tuna

YKAN membentuk dan memimpin Konsorsium Tuna dengan 7 organisasi lain di Indonesia, yang bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan konsultasi bagi pemangku kepentingan intrapemerintah dan nonpemerintah terkait pelaksanaan Rencana Pengelolaan Perikanan Tuna Nasional di perairan Indonesia.

Program Perikanan Kakap

Untuk mendukung perikanan kakap yang berkelanjutan, YKAN mengembangkan program Supporting Nature and People-Partnership for Enduring Resources (SNAPPER). Program ini melakukan pendekatan berbasis sumber daya di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan, menerapkan pendekatan dan teknologi inovatif untuk memantau aktivitas penangkapan ikan, lokasi penangkapan ikan, dan hasil tangkapan secara efisien, serta mendukung pengembangan perangkat kebijakan yang bertujuan untuk mengontrol akses ke sumber daya.

YKAN mendukung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) atas terbitnya Peraturan Menteri Nomor 33 Tahun 2019 tentang Lembaga Pengelolaan Perikanan (LPP) yang sebelumnya diatur di tingkat Direktorat Jendral. Peraturan ini akan memperkuat operasional dan fungsi LPP dalam mewujudkan perikanan berkelanjutan di Indonesia.

YKAN melanjutkan dukungannya untuk Balai Riset Perikanan Laut (BPRL) KKP dalam operasionalisasi dan pengelolaan e- BRPL; dan Studi pelingkupan untuk penerapan Standar Rantai Pengawasan Marine Sterwardship Council (MSC) perikanan kakap laut dalam di Indonesia dilakukan di beberapa lokasi mitra.

Fisheries Improvement Project (FIP)

YKAN bekerja sama dengan perusahaan dan komunitas nelayan, serta lembaga pemerintah, berupaya untuk mempromosikan perikanan kakap dan kerapu yang berkelanjutan di Indonesia di bawah payung kegiatan Fisheries Improvement Project. FIP menjadi wadah komitmen bagi perusahaan perikanan kakap untuk menghindari pembelian ikan yang belum dewasa (juvenile), sekaligus mengembangkan rencana jangka panjang dan menciptakan sistem yang mumpuni untuk memantau hasil tangkapan. Hal ini diperlukan untuk memposisikan Perikanan kakap di Indonesia memperoleh pengakuan keberlanjutan, seperti Sertifkasi Marine Stewardship Council (MSC).

 

Map

Description automatically generated