Ekonomi Biru

© YKAN

Implementasi konsep “Ekonomi Biru” bertujuan untuk memberikan keuntungan yang berkelanjutan, di samping meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui pengembangan sumber daya laut Indonesia. Lampiran Peraturan Presiden RI Nomor 3 Tahun 2017 memaparkan rencana aksi percepatan pembanguan industri perikanan nasional, salah satunya melalui percepatan industri rumput laut nasional.  Rumput laut adalah komponen ekosistem laut tepi pantai yang memainkan peranan ekologi serta menjadi salah satu komoditas perikanan yang menjadi perhatian pemerintah saat ini.

Di Kabupaten Rote Ndao, YKAN bekerja sama dengan mitra LSM Pelita Kasih serta mendapat dukungan dari Yayasan TAHIJA, mengimplementasikan program budi daya rumput laut yang ramah lingkungan dan berkelanjutan sejak 2017. Untuk mendukung program ini, YKAN dengan tim ahlinya melakukan pemetaan wilayah untuk mengetahui lokasi-lokasi area pesisir di dua desa, yaitu Oelolot dan Mbueain, yang masuk dalam zonasi yang diizinkan untuk melakukan budi daya rumput laut sebagaimana yang tertuang dalam zonasi di Taman Nasional Perairan Laut Sawu. 

Peta area budi daya rumput laut menjadi acuan bagi YKAN dan mitra dalam mendukung kegiatan budi daya rumput laut, serta pengembangannya untuk semakin membantu masyarakat lokal dan adat yang ada di area tersebut.