17 December 2019

Macan Tutul di Gunung Muria

Kawasan hutan di Pegunungan Muria wilayah Kabupaten Kudus, Jepara dan Pati, Jawa Tengah diidentifikasi menjadi habitat individu macan tutul jawa (Panthera pardus melas).

Aktivitas pergerakan spesies "kucing besar" yang terancam punah di Indonesia itu terdokumentasi oleh kamera trap yang terpasang di sejumlah titik dalam area studi seluas 53,32 kilometer persegi.

Stakeholder Engagement Manager Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Rudi Zapariza menyampaikan, 13 ekor macan tutul terekam kamera jebakan yang sengaja dipajang untuk memonitoring satwa liar di kawasan hutan di Pegunungan Muria.

 

Umumnya, kata dia, macan tutul berukuran 1 meter hingga 2 meter tersebut terlihat saat sore hingga malam hari.

Berdasarkan catatan YKAN, terakhir kali macan tutul di Pegunungan Muria muncul pada tiga bulan lalu.

Saat itu, terabadikan seekor induk betina beserta dua ekor anaknya tengah melintas di tengah hutan.

Dari rekaman itu, terdeteksi pula seekor macan tutul mengalami luka pada fisiknya.

"Terekam 13 ekor macan tutul di Pegunungan Muria."

"Ada seekor terluka entah karena apa. Keseluruhan berusia dewasa."

"Yang terakhir terlihat seekor betina dan dua ekor anaknya."

"Rata-rata macan tutul yang biasa kami sebut macan kumbang ini terlihat saat sore dan malam," kata Rudi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (17/12/2019).

YKAN mengajak masyarakat untuk melestarikan populasi macan tutul di kawasan hutan di Pegunungan Muria menyusul habitatnya dimungkinkan terganggu akibat pembukaan lahan terutama di kawasan lindung.

Selama ini, dalam kegiatan pendataan macan tutul di kawasan hutan di Pegunungan Muria, YKAN bekerjasama dengan Djarum Foundation dan Paguyuban Masyarakat Pelindung Hutan (PMPH).

"Kemungkinan banyak sekali, lebih dari 13 individu macan tutul."

"Sebarannya menyebutkan di Pegunungan Muria."

"Namun sementara kita pakai data 13 individu macan tutul."

"Kita tak bisa mengatakan populasinya menurun, hanya habitatnya terganggu akibat pembukaan lahan," ujar Rudi.

Dijelaskan Rudi, sejauh ini pihaknya belum pernah menemukan jejak adanya aktivitas perburuan macan tutul di kawasan hutan di Pegunungan Muria.

Hanya saja, sekitar 3 tahun lalu, tercatat ada seekor macan tutul yang memangsa ternak ke permukiman di kaki Pegunungan Muria wilayah Jepara mati dibunuh warga.

"Turun gunung karena kehabisan makanan."

"Kalau cerita perburuan macan tutul di Muria belum ada, yang ada itu di Jatim dan Jabar."

"Ayo masyarakat, kita semua lestarikan satwa langka ini dan jangan sampai punah," kata Rudi. (*)



sumber : https://jateng.tribunnews.com/2019/12/17/camera-trap-yang-dipasang-yayasan-konservasi-alam-nusantara-potret-13-macan-tutul-di-gunung-muria?page=all.

YKAN

Penulis

YKAN

Informasi Terkait

Konservasi Gunung Muria

17 April 2020

Konservasi Gunung Muria

Panen padi orang Mapnan di Long Duhung
Wakatobi Terapkan Sistem Buka Tutup Kawasan Gurita