17 April 2020

Konservasi Gunung Muria

Kondisi hutan di Pegunungan Muria sudah saatnya dikonservasi demi menjaga kelestariannya.

Hal itu disampaikan Corporate Transformation and Sustainibility, Ratih Loekito, dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara saat rapat koordinasi pembahasan konservasi hutan Muria di Command Center Kompleks Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (5/3/2019).

“Apakah harus menunggu sampai jelek atau rusak dahulu, kan tidak. Bagaimana menjaga daerah itu bisa tetap seperti sekarang ataupun mungkin lebih baik lagi,” kata Ratih.

 
Dari kajian spasial yang pihaknya lakukan, sejak 1990 hingga 2014, terjadi perubahan tutupan hutan dan lahan.

Hal itu, katanya, bukan berarti tidak boleh.

Sebab, pertambahan penduduk sudah barang tentu akan membutuhkan lahan.

Baik untuk lahan produksi maupun tempat tinggal.

“Tapi kan intinya bagaimana tetap menyeimbangkan antara lahan yang memang untuk produksi dan lahan untuk dikonservasi. Lahan konservasi ini untuk memenuhi kebutuhan di masa depan, anak cucu. Ini yang harus jalan seimbang,” kata dia.

Sementara Vice Presiden Djarum Foundation, FX Supanji mengatakan, telah siap melakukan konservasi di hutan Gunung Muria.

Sebab, kata dia, lingkungan sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia di sekitarnya.

Dia mencontohkan, banjir besar yang pernah melanda Kudus pada 2014, pasti ada yang tidak beres di hutan yang menjadi tumpuan serapan dan sumber air untuk wilayah Kudus.

Hutan tersebut terletak di Gunung Muria.

“Maka semua harus sadar, keseimbangan alam ini dijaga baik, apa yang tidak seimbang dibuat seimbang,” kata Supanji.

Bupati Kudus Muhammad Tamzil berujar, pihaknya siap mendukung penuh jika ada pihak swasta yang hendak melakukan konservasi secara sungguh-sungguh.

Sebab, katanya, kondisi hutan di Gunung Muria semakin hari semakin mengkhawatirkan.

“Kami sebagai pemerintah daerah tentunya menangkap baik tentang hal ini. Dahulu secara sporadis sudah dilakukan konservasi, ada Muria Hijau, ada LMDH tetapi ini kan belum masif, lha ini harus masif. Sehingga hasilnya juga maksimal,” kata Tamzil.

Menurut Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Muria Patiayam, Sapari mengatakan, di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya ada sekitar 400 hektare lahan yang harus dikonservasi.

Wilayah tersebut 300 hektare masuk dalam wilayah Kabupaten Kudus, sedangkan sisanya masuk dalam wilayah Kabupaten Jepara seluas 100 hektare.

“Wilayah 400 hektare itu, masuk dalam kawasan rehabilitasi hutan lindung,” jelasnya. (Rifqi Gozali)

 

sumber :  https://jateng.tribunnews.com/2019/03/05/bkph-muria-patiayam-400-hektare-lahan-harus-dikonservasi-termasuk-kawasan-hutan-gunung-muria?page=all.

YKAN

Penulis

YKAN

Informasi Terkait

Macan Tutul di Gunung Muria

17 December 2019

Macan Tutul di Gunung Muria

Panen padi orang Mapnan di Long Duhung
Wakatobi Terapkan Sistem Buka Tutup Kawasan Gurita