08 April 2020

COVID-19 Sampaikan Pesan Bumi untuk Manusia

Terkait merebaknya wabah corona atau Covid 19, Ir. Niel Makinuddin MA, Pemerhati Sosial dan Lingkungan Hidup dari Kalimantan Timur (Kaltim), berpandangan bahwa pandemi corona ini bisa jadi cara bumi untuk meminta perhatian manusia sejenak saja. Seolah bumi sedang mengirim pesan kepada manusia.

“Tolong berhentilah sejenak eksploitasi dan berbuat kerusakan atasku,” kata Niel yang juga pegiat di Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) itu.

Menurut Penasihat Pesantren Shuffah Hizbullah Al-Fatah Samarinda ini, hal itu diperlukan untuk memberikan waktu barang sejenak agar bumi bisa bernafas dan memulihkan diri dari aneka kerusakan yang telah diperbuat manusia. Manusia sering lupa, sebagai khalifah (manager) di muka bumi mereka mempunyai tanggung jawab untuk merawat dan menjaga bumi.

“Kita diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk makan dan minum serta mencari rezeki di muka bumi, namun “dilarang” berlebihan sehingga menimbulkan kerusakan dan ketidakseimbangan,” katanya.

Ahmad Fauzi, koresponden MINA di Kaltim mewancarai Niel Makinuddin di sela-sela kesibukannya sering mendampingi Gubernur Kaltim untuk urusan lingkungan di Samarinda pada Selasa, 7 April 2020. Berikut petikannya:

 

MINA: Apa tanggapan Bapak tentang wabah corona saat ini?

Niel  Makinuddin: Sebagai insan beriman tentu meyakini bahwa setiap cobaan/bala tentu ada hikmah dan ibrah bagi manusia. Wabah Covid-19 ini menjadi ujian apakah kita semakin dekat dan taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atau sebaliknya, semakin jauh dan hobi maksiat. Dengan wabah ini kita bisa memetik ibrah, khususnya terkait akhlak manusia kepada bumi di mana kita hidup.

 

MINA:  Apa kaitan corona dengan lingkungan dan pelestarian alam?

Niel  Makinuddin:  Pandemi corona ini bisa jadi cara bumi untuk meminta perhatian kita (manusia) sejenak saja. Seolah bumi sedang kirim pesan ke manusia, “tolong berhentilah sejenak eksploitasi dan berbuat kerusakan atasku. Berikan waktu sejenak saja agar aku bisa bernafas dan memulihkan diri dari aneka kerusakan yang telah engkau perbuat.” Manusia sering lupa, sebagai khalifah (manager) di muka bumi mereka punya tanggung jawab untuk merawat dan menjaga bumi. Kita diperintahkan Allah SWT untuk makan dan minum serta mencari rezeki di muka bumi, namun “dilarang” berlebihan (sehingga menimbulkan kerusakan dan ketidak-seimbangan).

Coba kita tengok sejenak ke belakang. Pandemik global seperti ini sebetulnya sudah beberapa kali terjadi. Pada Tahun 1976 di Kongo menyebar virus ebola, yang menyebabkan korban meninggal dunia sekitar 14.000 jiwa. Sementara pada Tahun 2009 di Amerika dan Meksiko mewabah virus H1N1 yang menelan korban lebih besar sebanyak 123.000 jiwa. Namun, pandemik dahsyat pernah terjadi sekitar 100 tahun lalu, yakni pada Tahun 1918, dengan menyebarnya virus H1N1 atau lebih dikenal dengan Spanish flu (Flu Spanyol) yang menjangkiti 500 juta jiwa (27

YKAN

Penulis

YKAN

Informasi Terkait

Konservasi Gunung Muria

17 April 2020

Konservasi Gunung Muria

Macan Tutul di Gunung Muria

17 December 2019

Macan Tutul di Gunung Muria

Panen padi orang Mapnan di Long Duhung