Siaran Pers

Alam Kini untuk Nanti: Gaya Hidup Hijau untuk Mengurangi Jejak Karbon

DK 45 YKAN x Senayan City
DK 45: YKAN x Senayan City © YKAN

Kontak Media

Perubahan iklim memengaruhi seluruh dunia, menyebabkan peristiwa cuaca ekstrem seperti banjir, gelombang panas ekstrem, hujan deras, serta kondisi iklim yang berubah dengan cepat. Untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius dan mencapai netralitas karbon, seperti yang direkomendasikan oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (Intergovernmental Panel on Climate Change/IPCC) dan Perjanjian Paris 2015, penting untuk memahami dari mana asal karbon dioksida dan emisi gas rumah kaca lainnya, sehingga tindakan untuk pengurangan emisi dapat dilakukan. Jadi, apa arti jejak karbon dan mengapa relevan dalam konteks ini?

Untuk itu, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama Senayan City Mal mengadakan acara Dialog Konservasi dengan tema “Alam Kini untuk Nanti: Gaya Hidup Hijau untuk Mengurangi Jejak Karbon,” sebagai bentuk penyadartahuan pada publik mengenai jejak karbon, dampaknya dan cara menyikapinya, pada Sabtu, 25 Maret 2023, di Atrium Senayan City.

Keterangan Foto Vania Herlambang sebagai Nature Ambassador YKAN ini turut membahas proses yang dilakukan oleh perusahaan textil. © YKAN

Diskusi yang dilakukan di depan publik ini membahas perhitungan jejak karbon serta penerapan sustainable living dari pengalaman berbagai pihak, di antaranya pelaku bisnis, LSM lingkungan maupun organisasi masyarakat.  Jejak karbon adalah jumlah emisi atau gas rumah kaca (termasuk karbon dioksida) yang dihasilkan dari berbagai aktivitas manusia dalam kurun waktu tertentu. Seiring bertambahnya populasi dan globalisasi, jejak karbon pun semakin tinggi dan berpengaruh terhadap iklim bumi. Ini terkait dengan aktivitas individu, komunitas, organisasi, proses produksi atau layanan. Jejak karbon individu dengan demikian dapat disebut sebagai jumlah total gas rumah kaca yang dihasilkan oleh tindakan pribadi kita seperti transportasi, aktivitas rumah tangga, pakaian, dan makanan.

“Tidak semua orang menyadari bahwa aktivitas maupun kehidupan sehari-hari turut menyumbangkan jejak karbon pada planet ini. Semakin tinggi jejak karbon yang kita hasilkan, semakin tinggi pula dampak negatif yang kita berikan kepada bumi,” terang Rasis Putra Ritonga pada awal acara. “Peran semua pihak adalah kunci untuk sebuah perubahan yang hakiki untuk kebaikan alam maupun manusia,” tambahnya.

Acara yang dipandu oleh Vania Herlambang sebagai Nature Ambassador YKAN ini turut membahas proses yang dilakukan oleh perusahaan yang bergerak di bidang produksi rayon atau tekstil yang menjadikan bahan baku benang menjadi produk fashion. Pada dasarnya, membutuhkan kesadaran dan usaha yang optimal, baik dari pihak produsen maupun konsumen, demi mewujudkan perubahan perilaku gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

“Dimulai dari 2 tahun terakhir, Senayan City telah menerapkan program CONSCIOUS: A New Way of Thinking, dengan beragam program, acara dan talkshow yang memberikan pemahaman lebih akan pentingnya mengubah gaya hidup agar menjadi lebih baik dan lebih peduli terhadap alam. Senayan City turut berpartisipasi untuk lebih aktif mengajak serta tenant dan pengunjung untuk mengambil bagian dalam perubahan bagi bumi. Senayan City juga turut mengampanyekan hal-hal baik yang dapat diadaptasi oleh pengunjung. Beberapa aktivitas yang telah Senayan City lakukan di antaranya up-cycle fashion talks bersama desainer Indonesia, conscious eating & healthy lifestyle bersama dokter dan para ahli di bidang kesehatan, makanan dan nutrisi, lalu food, waste and compos program hingga #SCHEALTH yang mengajak pengunjung berolahraga dan berbagi edukasi. Senayan City selalu memfasilitasi yayasan/organisasi sosial dengan memberikan wadah untuk bisa mengajak dan mengedukasi pengunjung Senayan City untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan peduli dengan alam dan gaya hidup sehat. Dengan rutinnya kegiatan ini diharapkan dapat terus mengedukasi dan mengajak lebih banyak masyarakat untuk terus peduli dengan alam dan menerapkan gaya hidup sehat sehari-hari,” Ujar Halina, Leasing & Marketing Communication Director Senayan City.

Keterangan Foto foto bersama setelah sesi Dialog Konservasi dengan tema “Alam Kini untuk Nanti: Gaya Hidup Hijau untuk Mengurangi Jejak Karbon." © YKAN

Dialog Konservasi ini mengajak kita semua agar lebih sadar akan pentingnya peran individual maupun kerja sama antar pihak untuk mengurangi jejak karbon dan menyelamatkan planet kita. “Kegiatan mengurangi jejak karbon dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk mendukung program konservasi alam YKAN,” pungkas Astrid Candrasari, Head of Membership YKAN.

Tentang YKAN

Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) adalah organisasi nirlaba berbasis ilmiah yang hadir di Indonesia sejak 2014. Memiliki misi melindungi wilayah daratan dan perairan sebagai sistem penyangga kehidupan, kami memberikan solusi inovatif demi mewujudkan keselarasan alam dan manusia melalui tata kelola sumber daya alam yang efektif, mengedepankan pendekatan nonkonfrontatif, serta membangun jaringan kemitraan dengan seluruh pihak kepentingan untuk Indonesia yang lestari. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi ykan.or.id.