Pelatihan kakao Berau
© YKAN

Perspektif

Sinergi Empat Kampung untuk Kakao Fermentasi

Empat kampung penghasil biji kakao berkomitmen untuk mengembangkan kakao fermentasi sebagai upaya pengelolaan kebun yang lestari. “Kami sepakat untuk mengembangkan kakao premium, karena mendukung pelestarian alam” ujar perwakilan Kelompok Tani, sekaligus Ketua Kelompok Tani Kakao Pesete Tawai dari Kampung Merasa, Bapak Antonius pada acara Temu Wicara Pembudidaya Kakao dan Pipiltin Cocoa, di Kedai Kopi Singkuang, Tanjung Redeb, Berau, 23 April 2024.

Baca juga: Hutan Mangrove, Penyimpan Karbon Terbaik

Kegiatan  ini mempertemukan para pembudi daya kakao serta pemerintah desa yang berasal dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur dan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Dari Berau diwakili oleh pemerintahan kampung dan  kelompok tani dari Kampung Long Lanuk, Kampung Merasa, dan Kampung Suaran. Adapun dari Bulungan, kelompok tani dari Desa Antutanjuga turut hadir. Kegiatan pertemuan yang di dukung oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan mitra pendamping pengembangan kakao, Yayasan Kalimajari ini turut menghadirkan perajin cokelat dari Jakarta, yaitu Pipiltin Cocoa untuk bersama berdiskusi dengan petani kakao dari dua propinsi ini.

Pelatihan kakao di Berau

Kegiatan yang mempertemukan para pembudi daya kakao serta pemerintah desa yang berasal dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur tuut hadir dalam diskusi Pipiltin Cocoa perajin cokelat dari Jakarta.

Kegiatan dampingan komidatas coklat YKAN.
Kegiatan dampingan komidatas coklat YKAN.
Kegiatan dampingan komidatas coklat YKAN.
Kegiatan dampingan komidatas coklat YKAN.

Peserta yang hadir sebanyak 35 peserta (15 perempuan dan 20 laki-laki) sangat antusias mengikuti sesi diskusi yang berjalan satu hari penuh. Tiap kampung pun kemudian membuat rencana tindak lanjut yang sudah mereka sepakati untuk diaplikasikan di tempat asal mereka. Mayoritas peserta, baik yang diwakilkan oleh petani dan pemerintah kampung sepakat untuk terus  mengembangkan kakao fermentasi. Mereka juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas dalam tata kelola perkebunan kakao mereka secara lebih baik.

Pengembangan komoditas lestari melalui strategi Konservasi Hutan oleh Masyarakat dari YKAN membantu petani kakao dalam peningkatan kualitas dan nilai jualnya hasil kebun mereka. YKAN mendorong pengembangan biji kakao, khususnya kakao fermentasi, karena faktor keseimbangan ekologi, harga yang baik bagi petani, dan keberlanjutan. Kakao fermentasi dengan kualitas yang bagus akan dihasilkan jika  kebun kakao berada di sekitar hutan yang masih terjaga. Perisa dan aroma yang keluar dari biji kakao dari proses fermentasi ditentukan oleh kekayaan tanaman di sekitar kebun, kualitas air, dan kondisi tanah yang subur. Selain kuat dari sisi aroma dan rasa, kakao fermentasi juga memiliki harga premium dan stabil, dimana hal ini tentu akan memberikan rasa aman dan kepastian nilai jual yang baik bagi petani sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani kakao.

Keterangan Foto Peserta pelatihan kakao di Berau, Kalimantan Timur. © YKAN

Pertemuan yang sangat produktif ini memberikan harapan bagi masyarakat untuk mendapatkan ruang dan kesempatan berpartisipasi secara langsung terhadap pelestarian hutan di wilayahnya.  Semoga, semakin banyak masyarakat dapat mengikuti langkah strategis seperti ini, mendukung konservasi alam, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan dan penghidupannya.