MERA program OKI
Keterangan Foto Kunjungan lapangan Temasek Foundation dan APP Group ke demplot SECURE (shrimp-carbon aquaculture) di Desa Simpang Tiga Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. © A Yoseph Wihartono/YKAN

Perspektif

Rangkuman Program MERA yang berlangsung di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, Indonesia

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terletak sekitar 200 km dari Palembang, ibu kota Provinsi Sumatera Selatan. Untuk mencapai desa terpadat di Pantai OKI ini, seseorang harus melewati medan yang menantang, mulai dari jalur darat lahan gambut (100 km) hingga perjalanan sungai deras dengan speedboat (100 km). Keterpencilan wilayah ini menyebabkan fasilitas dasar seperti listrik dan air belum tersedia, sehingga masyarakat mempunyai berbagai keterbatasan.

Baca juga: Solusi Iklim Alami di Indonesia

Rangkuman program MERA Membentang sepanjang 295,14 km, Pantai OKI merupakan garis pantai terpanjang di Provinsi Sumatera Selatan. Hutan mangrove seluas 40.020 hektar di wilayah ini merupakan surga keanekaragaman hayati.

Membentang sepanjang 295,14 km, Pantai OKI merupakan garis pantai terpanjang di Provinsi Sumatera Selatan. Hutan bakau seluas 40.020 hektar di wilayah ini merupakan surga keanekaragaman hayati. Sayangnya, hutan mangrove menghadapi ancaman akibat perluasan tambak udang. Kolam-kolam tersebut juga merambah hutan lindung bakau. Kurangnya listrik memaksa para petani untuk menggunakan metode tradisional yang kurang produktif, sehingga mendorong mereka untuk berekspansi ke kawasan mangrove untuk meningkatkan hasil budidaya perikanan.

Untuk mengatasi tantangan ini, Program MERA (Mangrove Ecosystem Restoration Alliance) mengembangkan rencana pengelolaan pesisir terpadu di Kabupaten OKI, untuk mendukung pengelolaan mangrove berkelanjutan dan penghidupan berkelanjutan.